langit biru, hujan, dan pelangi

bapak ketua, maaf karna pegawaimu ini sempat lalai. Sempat tek menjalankan perintah, bahkan mungkin sampai mengecewakanmu karena apa dikerjakannya itu belum sepenuhnya optimal dan memuaskan. Maaf. Sesuatu hal mengusik hati dan pikirannya. Benar-benar berat beban yang kini bertambah di pundaknya. 

Bapak ketua, anda selama ini tidak tahu, bahkan mungkin tidak akan pernah tahu. mengapa? karna pegawaimu ini terlalu introvert, terlalu nyaman untuk menjadikan hatinya sebagai gudang rahasia dirinya sendiri. Hal-hal yang hanya ia simpan sendiri, dan kali ini tiba-tiba membludak karna tekanan dari luar tak bisa ia tahan. semua itu membuatnya kacau. pasti anda berpendapat ia tak professional. memang benar, bahkan iya menyadari bahwa dirinya belum bisa propesional membedakan urusan pekerjaan dan pribadinya. tapi andaikan anda mengetahuinya, anda bisa saja menjadi kasihan dan bersedih. Bahkan anda pasti tak ingin mengalami peristiwa yang ia alami sekarang.

sungguh dalam hatinya, iya bersedih karna membuat anda kecewa, tapi mulutnya tak bisa berkata tentang alasan mengapa ia jadi seperti ini. ia memilih diam. semua ucapan tak mengenakkan pun siap ia terima, karena ia tahu kalau dirinya memiliki andil dalam kesalahan/kekurangan yang selama ini terjadi. tapi ia memilih diam. selalu diam. memilih untuk menerima semua ucapan itu dengan, ya! karena ia mengerti, dan karna semua itu tak sehebat guncangan di belakangnya yang begitu keras, bahkan sangat pedih dan membuatnya rapuh. hatinya ingin agar dirinya bisa lebih baik, bisa membaik dari sesuatu yang membuat perasaannya ‘tak sehat’ namun tak sesingkat yang iya bayangkan. saat ia berproses pun, badai selalu datang diwaktu yang tak pernah ia duga.

maafkan ia pak ketua,

airmata itu benar-benar menetes tanpa perintah ketika tangannya mengusap kepala dan dengan parau berkata maaf
- myown, ————

gimana ya rasanya jadi aspal?

ditusuk berjuta rintikan air hujan deras

gimana ya rasanya jadi pohon?

berusaha tetap kokoh berdiri walau ditiup angin kencang

kenapa langit gelap saat hujan?

apa ia muram? sedang menangiskah?

langit.
gelap pun cantik
tetap enak di pandang

-

apliansalam, 20 tahun, mahasiswa, -saat menatap dibalik jendela besar

18.04.12


terimakasih

karena selalu ada untuk aku

karena berdiri disampingku saat ku lemah

untuk gandengan tanganmu dikala terjatuh

untuk simpul senyum yang menguatkanku

untuk kesabaran yang menenangkan

untuk sandaran yang mampu menopang

orang yang pantas untuk ditangisi gak akan membuatmu menangis, dan orang yang kamu tangisi bukan orang yang pantas untuk di tangisi
nothing impossible, but you have to be realistic
- myown, setelah nangis semaleman o.o

selamat pagi

beberapa hari ditemenin sakit kepala itu rasanya ga nyaman loh!

beberapa orang nyaranin buat minum obat, tapi obat jadi sesuatu yang menakutkan buat saya, kenapa? karna saya takut jadi kecanduan.

sakit dikit makan obat, sakit dikit makan obat, ngedengernya aja saya serem.

by the way,

setidaknya saya bersyukur masih bisa melihat mentari bersinar lagi pagi ini, masih bisa bangunin Bob buat solat subuh, masih bisa liat wajah ibu, masih bisa nyemangatin abang yang hari ini mulai UN (semangat yaaaaa calon mahasiswa ;)}, dan masih bisa ngucapin selamat pagi :))


(Source: codeplay)

via everything-inspiring / 1 month ago / 12,055 notes /
 
Next »





Page 1 of 27
Theme by maggie. Runs on Tumblr.